Kalkulator Gaji Bersih
Setelah PPh 21 & BPJS

Hitung take-home pay kamu dalam hitungan detik. Gratis, tanpa daftar, akurat sesuai aturan 2026.

💡 Pilih cara hitung yang kamu butuhkan, ada 3 mode tersedia:

🧮 Hitung Gaji Bersih Kamu

Karyawan: cek take-home pay setelah PPh 21 & BPJS.
Rp

Panduan Lengkap: Gaji Bersih vs Gaji Kotor

Apa itu Gaji Kotor (Gross Salary)?

Gaji kotor adalah total penghasilan yang tertera di kontrak kerja sebelum ada potongan apapun. Ini adalah angka yang biasanya disebut perusahaan saat menawarkan pekerjaan.

Apa itu Gaji Bersih (Net Salary / Take-Home Pay)?

Gaji bersih adalah jumlah uang yang benar-benar masuk ke rekening kamu setiap bulan, setelah dikurangi:

  • PPh 21 (Pajak Penghasilan Pasal 21)
  • BPJS Kesehatan: iuran 1% dari karyawan
  • BPJS Ketenagakerjaan JHT: 2% dari karyawan
  • BPJS Ketenagakerjaan JP: 1% dari karyawan

Bagaimana PPh 21 Dihitung?

PPh 21 menggunakan tarif progresif berdasarkan Undang-Undang HPP 2022:

  • 0 – Rp 60 juta/tahun: 5%
  • Rp 60 juta – Rp 250 juta/tahun: 15%
  • Rp 250 juta – Rp 500 juta/tahun: 25%
  • Rp 500 juta – Rp 5 miliar/tahun: 30%
  • Di atas Rp 5 miliar/tahun: 35%

Tarif ini diterapkan pada PKP (Penghasilan Kena Pajak), yaitu penghasilan tahunan dikurangi PTKP. Lihat panduan lengkap cara menghitung gaji bersih dari gaji kotor dengan contoh nyata.

Apa itu Skema TER PPh 21 (2024–2026)?

Sejak Januari 2024, pemotongan PPh 21 bulanan menggunakan skema TER (Tarif Efektif Rata-rata) berdasarkan PP 58/2023. TER menyederhanakan perhitungan: alih-alih menghitung PKP tahunan setiap bulan, pajak langsung dikalikan tarif efektif sesuai kategori penghasilan. Di bulan Desember, dilakukan rekonsiliasi agar total pajak setahun sesuai tarif progresif sebenarnya. Pelajari cara menghitung PPh 21 dengan skema TER dan tabel tarif PPh 21, TER & PTKP 2026 selengkapnya.

Apa itu PTKP?

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) adalah ambang batas penghasilan tahunan yang bebas dari pajak:

  • TK/0 (lajang, tanpa tanggungan): Rp 54.000.000
  • K/0 (menikah, tanpa tanggungan): Rp 58.500.000
  • Setiap tanggungan menambah Rp 4.500.000

Selain pajak, gaji juga dipotong iuran BPJS; baca rinciannya di potongan BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan dari gaji. Mau atur cuti? Cek kalender libur nasional 2026 dan rekomendasi libur panjang 2026.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Gaji kotor adalah total penghasilan sebelum potongan. Gaji bersih adalah yang kamu terima setelah PPh 21 dan BPJS dikurangkan. Selisihnya bisa 10–30% tergantung besaran gaji dan status pajak kamu.
Tidak ada persentase tetap karena PPh 21 bersifat progresif. Makin besar gaji tahunan, makin besar tarif yang berlaku. Karyawan dengan gaji Rp 5 juta/bulan umumnya membayar PPh 21 sangat kecil atau bahkan nol jika PTKP-nya sudah menutupi PKP.
Total potongan BPJS dari sisi karyawan adalah: 1% Kesehatan + 2% JHT + 1% JP = 4% dari gaji kotor (dengan batas atas masing-masing). Perusahaan juga membayar porsinya sendiri secara terpisah.
Tidak. Jika total penghasilan tahunan kamu masih di bawah PTKP (misalnya TK/0 = Rp 54 juta, atau Rp 4,5 juta/bulan), maka PPh 21 kamu adalah Rp 0. Kamu tetap wajib melaporkan SPT jika sudah punya NPWP.
Kalkulator ini dirancang untuk karyawan tetap (PKWTT/PKWT) dengan penghasilan bulanan reguler. Untuk freelancer, perhitungan PPh-nya berbeda (menggunakan norma penghasilan atau pembukuan). Akan segera kami tambahkan kalkulatornya!
Kalkulator ini menggunakan tarif resmi sesuai UU HPP 2022 dan peraturan BPJS terkini sebagai estimasi terbaik. Hasilnya bersifat indikatif. Untuk perhitungan resmi dan kepatuhan pajak, konsultasikan dengan HRD perusahaan atau konsultan pajak terdaftar.
TER (Tarif Efektif Rata-rata) adalah metode pemotongan PPh 21 yang berlaku mulai Januari 2024 berdasarkan PP 58/2023. Dengan TER, potongan PPh 21 bulanan dihitung menggunakan tabel tarif efektif sesuai kategori penghasilan dan status PTKP, tanpa menghitung PKP setiap bulan. Di bulan Desember dilakukan rekonsiliasi akhir tahun.
PTKP 2026 masih menggunakan besaran yang berlaku sejak 2016: TK/0 = Rp 54.000.000/tahun, K/0 = Rp 58.500.000, K/1 = Rp 63.000.000, K/2 = Rp 67.500.000, K/3 = Rp 72.000.000. Setiap tanggungan tambahan menambah Rp 4.500.000/tahun.

Baca Juga

📖 Cara Menghitung Gaji Bersih dari Gaji Kotor 2026 📖 Cara Menghitung PPh 21 dengan Skema TER 2026 📋 Tarif PPh 21, TER & PTKP 2026: Tabel Lengkap 📋 Potongan BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan dari Gaji 2026
📅
Kalender Libur Nasional 2026
16 hari libur + 8 cuti bersama · Temukan libur panjang terbaik →
Mau kasih
dukungan? Tap!