Cara Menghitung PPh 21
dengan Skema TER 2026

Panduan lengkap PP 58/2023: tabel tarif efektif rata-rata, rumus, dan contoh perhitungan nyata.

Tidak mau pusing hitung manual? Kalkulator kami otomatis menerapkan tarif TER terbaru.

🧮 Hitung Gaji Bersih dengan TER 2026 →

Apa Itu Skema TER PPh 21? Berlaku 2024–2026

TER (Tarif Efektif Rata-rata) adalah metode pemotongan PPh 21 bulanan yang berlaku sejak 1 Januari 2024 berdasarkan PP 58/2023 dan PMK 168/2023. Tujuannya adalah menyederhanakan perhitungan pajak bulanan yang sebelumnya memerlukan annualisasi manual setiap bulan.

Intinya: Alih-alih menghitung PKP tahunan setiap bulan, kamu cukup mengalikan penghasilan bruto bulanan dengan tarif TER dari tabel. Di bulan Desember, dilakukan rekonsiliasi akhir tahun.

Perbedaan Skema TER vs Skema Lama

AspekSkema Lama (s/d Des 2023)Skema TER (Jan 2024–)
MetodeAnnualisasi per bulanTarif efektif tabel
KompleksitasRumit, hitung PKP tahunan setiap bulanSederhana: penghasilan × tarif TER
KonsistensiBisa berubah tiap bulan jika ada tunjanganKonsisten sepanjang tahun
RekonsiliasiTidak ada (tiap bulan mandiri)Wajib di Desember

Rumus PPh 21 dengan Skema TER

PPh 21 Bulanan (Jan–Nov) = Penghasilan Bruto × Tarif TER

PPh 21 Desember = PPh 21 Setahun − Total PPh 21 Jan–Nov

Di mana Tarif TER ditentukan oleh:

  • Kategori PTKP: A (TK/0), B (TK/1, TK/2, TK/3, K/0), atau C (K/1, K/2, K/3)
  • Besaran penghasilan bruto bulanan

Tabel tarif TER lengkap ada di Lampiran PP 58/2023 dan PMK 168/2023.

Contoh Perhitungan PPh 21 TER 2026

Kasus: Budi, karyawan, gaji pokok Rp 12.000.000/bulan, tunjangan Rp 2.000.000, status K/0 (menikah, tanpa tanggungan). Penghasilan bruto = Rp 14.000.000/bulan.

Langkah 1: Tentukan Kategori TER

Status K/0 masuk Kategori B (TK/1, TK/2, TK/3, K/0).

Langkah 2: Cari Tarif TER

Dari tabel PMK 168/2023, untuk Kategori B dengan penghasilan bruto Rp 14 juta/bulan, tarif TER ≈ 2% (perkiraan ilustrasi, tarif aktual lihat tabel resmi).

Langkah 3: PPh 21 Bulanan (Jan–Nov)

PPh 21 = Rp 14.000.000 × 2% = Rp 280.000/bulan

Langkah 4: Rekonsiliasi Desember

Di Desember, dihitung PPh 21 setahun sebenarnya secara progresif:

  • Penghasilan bruto setahun = Rp 14.000.000 × 12 = Rp 168.000.000
  • PTKP K/0 = Rp 58.500.000
  • PKP = Rp 168.000.000 − Rp 58.500.000 = Rp 109.500.000
  • PPh 21 setahun: (Rp 60 juta × 5%) + (Rp 49,5 juta × 15%) = Rp 3.000.000 + Rp 7.425.000 = Rp 10.425.000
  • PPh 21 Jan–Nov = Rp 280.000 × 11 = Rp 3.080.000
  • PPh 21 Desember = Rp 10.425.000 − Rp 3.080.000 = Rp 7.345.000
⚠️ Perhatian: Rekonsiliasi Desember bisa menghasilkan potongan yang jauh lebih besar dari bulan biasanya. Ini normal dan disebut "bayar di belakang"; pastikan kamu menyiapkan dana di akhir tahun.

Tarif Progresif PPh 21 2026 (Dasar TER)

Tarif TER diturunkan dari tarif progresif PPh 21 sesuai UU HPP 2022:

PKP per TahunTarif Progresif
Rp 0 – Rp 60 juta5%
Rp 60 juta – Rp 250 juta15%
Rp 250 juta – Rp 500 juta25%
Rp 500 juta – Rp 5 miliar30%
Di atas Rp 5 miliar35%

Kalkulator TanyaDong menerapkan skema TER secara otomatis: masukkan gaji kotor, langsung keluar PPh 21 dan gaji bersih.

🧮 Coba Kalkulator PPh 21 Gratis →

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

TER (Tarif Efektif Rata-rata) adalah metode pemotongan PPh 21 bulanan yang berlaku sejak Januari 2024. PPh 21 dihitung dengan mengalikan penghasilan bruto dengan tarif dari tabel TER sesuai kategori PTKP, menggantikan metode annualisasi bulanan yang lebih rumit.
Skema lama mengharuskan penghitungan PKP tahunan setiap bulan (annualisasi). Skema TER lebih sederhana: langsung kalikan penghasilan bruto dengan tarif efektif dari tabel. Hasilnya lebih konsisten setiap bulan, dengan rekonsiliasi di Desember.
Skema TER berlaku mulai 1 Januari 2024 berdasarkan PP 58/2023 dan PMK 168/2023, dan terus berlaku di 2025 dan 2026. Tidak ada perubahan tarif baru untuk 2026.
Mau kasih
dukungan? Tap!