Apa Itu Gaji Bersih vs Gaji Kotor?
Gaji kotor (gross salary) adalah angka total yang tertulis di kontrak kerja, sebelum ada potongan apapun. Ini yang biasa disebut perusahaan saat menawarkan gaji.
Gaji bersih (net salary / take-home pay) adalah uang yang benar-benar masuk ke rekening kamu setiap bulan, setelah semua potongan wajib dikurangi.
Dua angka ini bisa berbeda cukup jauh, terutama untuk gaji menengah ke atas di mana PPh 21 mulai signifikan.
Rumus Menghitung Gaji Bersih
1. Potongan BPJS dari Karyawan
Total potongan BPJS yang dibayar karyawan adalah 4% dari gaji kotor (dengan batas atas masing-masing):
- BPJS Kesehatan: 1% dari gaji (maks dari gaji Rp 12.000.000)
- BPJS JHT (Jaminan Hari Tua): 2% dari gaji
- BPJS JP (Jaminan Pensiun): 1% dari gaji (maks dari gaji ±Rp 9.559.600)
Catatan: Perusahaan juga membayar porsinya sendiri (BPJS Kesehatan 4%, JHT 3,7%, JP 2%), tapi itu tidak memotong gaji kamu.
2. PPh 21 dengan Skema TER (2024–2026)
Sejak Januari 2024, PPh 21 bulanan dihitung menggunakan skema TER (Tarif Efektif Rata-rata) berdasarkan PP 58/2023. Cara kerjanya:
- Tentukan PTKP kamu berdasarkan status (TK/0, K/0, K/1, dst.)
- Hitung penghasilan bruto setahun = gaji kotor × 12
- Cari tarif TER di tabel pemerintah berdasarkan penghasilan bulanan dan kategori PTKP
- PPh 21 bulanan = Gaji kotor × Tarif TER
- Di bulan Desember: rekonsiliasi akhir tahun untuk menyesuaikan dengan tarif progresif sebenarnya
Tarif PPh 21 progresif yang mendasari TER (sesuai UU HPP 2022):
| PKP per Tahun | Tarif |
|---|---|
| Rp 0 – Rp 60 juta | 5% |
| Rp 60 juta – Rp 250 juta | 15% |
| Rp 250 juta – Rp 500 juta | 25% |
| Rp 500 juta – Rp 5 miliar | 30% |
| > Rp 5 miliar | 35% |
Berapa PTKP 2026?
PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) 2026 masih sama sejak 2016:
| Status | PTKP/Tahun | PTKP/Bulan |
|---|---|---|
| TK/0 (lajang) | Rp 54.000.000 | Rp 4.500.000 |
| K/0 (menikah, 0 tang.) | Rp 58.500.000 | Rp 4.875.000 |
| K/1 (menikah, 1 tang.) | Rp 63.000.000 | Rp 5.250.000 |
| K/2 (menikah, 2 tang.) | Rp 67.500.000 | Rp 5.625.000 |
| K/3 (menikah, 3 tang.) | Rp 72.000.000 | Rp 6.000.000 |
Contoh Perhitungan Gaji Bersih 2026
Kasus: Andi, karyawan tetap, gaji kotor Rp 10.000.000/bulan, status TK/0 (lajang, tanpa tanggungan).
Langkah 1: Hitung Potongan BPJS
| Komponen | Tarif | Jumlah |
|---|---|---|
| BPJS Kesehatan (maks Rp 12 juta) | 1% | Rp 100.000 |
| BPJS JHT | 2% | Rp 200.000 |
| BPJS JP (maks ±Rp 9.560 rb) | 1% | Rp 95.596 |
| Total BPJS Karyawan | Rp 395.596 | |
Langkah 2: Hitung PPh 21 (skema TER)
Penghasilan bruto setahun = Rp 10.000.000 × 12 = Rp 120.000.000
PTKP TK/0 = Rp 54.000.000 → PKP = Rp 120.000.000 − Rp 54.000.000 = Rp 66.000.000
PPh 21 setahun: (Rp 60.000.000 × 5%) + (Rp 6.000.000 × 15%) = Rp 3.000.000 + Rp 900.000 = Rp 3.900.000
PPh 21 per bulan = Rp 3.900.000 ÷ 12 = Rp 325.000
Langkah 3: Gaji Bersih
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Gaji Kotor | Rp 10.000.000 |
| − BPJS (karyawan) | − Rp 395.596 |
| − PPh 21 | − Rp 325.000 |
| Gaji Bersih (Take-Home Pay) | Rp 9.279.404 |
Artinya dari gaji kotor Rp 10 juta, Andi membawa pulang sekitar Rp 9,28 juta, atau potongan total ±7,2%.
Hitung gaji bersih kamu dengan kalkulator otomatis: masukkan angka, langsung keluar rincian PPh 21 & BPJS.
🧮 Hitung Gaji Bersih Sekarang →