3 Lapisan Angka yang Sering Ketuker
Tiap kali ngobrol soal gaji, sebenarnya ada tiga angka berbeda yang gampang ketuker:
💸 Gaji Bersih (Take-Home Pay)
Uang yang benar-benar masuk rekening kamu tiap bulan. Setelah PPh 21 dan iuran BPJS sisi karyawan dipotong.
📄 Gaji Kotor (Gross)
Angka yang tertulis di kontrak / surat penawaran. Inilah yang biasanya perusahaan sebut waktu nawarin posisi.
🏢 Total Biaya Karyawan untuk Perusahaan
Angka yang benar-benar keluar dari kas perusahaan tiap bulan. Termasuk BPJS sisi perusahaan, JKK, JKM, alokasi THR, dan tunjangan.
Selisih Lapisan 1 ke Lapisan 2 kita sudah bahas di artikel cara menghitung gaji bersih. Sekarang kita zoom ke selisih Lapisan 2 ke Lapisan 3, bagian yang jarang ditampilkan di slip gaji tapi nyata banget di pembukuan perusahaan.
Apa Saja yang Perusahaan Bayar di Atas Gaji Kotor?
Untuk tiap 1 karyawan, perusahaan punya beberapa kewajiban di luar gaji kotor itu sendiri:
1. Iuran BPJS Sisi Perusahaan
BPJS bukan cuma karyawan yang bayar. Perusahaan iurannya jauh lebih besar:
| Program | % Perusahaan | Catatan |
|---|---|---|
| BPJS Kesehatan | 4% | Plafon gaji Rp 12 juta |
| BPJS JHT | 3,7% | Tanpa plafon |
| BPJS JP | 2% | Plafon gaji Rp 9.559.600 |
| BPJS JKK | 0,24–1,74% | Tergantung tingkat risiko sektor |
| BPJS JKM | 0,3% | Flat untuk semua sektor |
| Total perusahaan | ±10,3% | Karyawan masih nambah ~4% lagi |
2. THR (Tunjangan Hari Raya)
THR adalah kewajiban hukum (Permenaker 6/2016): minimal 1 bulan gaji per tahun untuk karyawan dengan masa kerja ≥1 tahun. Kalau dialokasikan rata, THR menambah ±8,3% per bulan ke biaya karyawan (= 1 bulan dibagi 12).
3. Tunjangan & Biaya Operasional
Tergantung perusahaan, biasanya masih ada: tunjangan transport, makan, lembur, asuransi tambahan, training, peralatan kerja (laptop, telepon), ruang kantor & listrik, biaya rekrutmen yang dipakai untuk dapetin kamu. Rata-rata industri menambah 5–15% lagi di atas gaji kotor.
Contoh Nyata: Gaji Kotor Rp 10 Juta
Andi karyawan baru dengan gaji kotor Rp 10.000.000/bulan, status TK/0, sektor risiko rendah (JKK 0,54%). Berikut biaya total yang perusahaan keluarin tiap bulan untuk Andi:
| Komponen | Per Bulan |
|---|---|
| Gaji kotor | Rp 10.000.000 |
| BPJS Kesehatan (4%) | Rp 400.000 |
| BPJS JHT (3,7%) | Rp 370.000 |
| BPJS JP (2%) | Rp 191.192 |
| BPJS JKK (0,54%) | Rp 54.000 |
| BPJS JKM (0,3%) | Rp 30.000 |
| Alokasi THR (8,3%) | Rp 833.333 |
| Tunjangan/operasional (±8%) | Rp 800.000 (bervariasi) |
| Total biaya untuk Andi | ±Rp 12.678.525 |
Sementara itu, yang masuk rekening Andi (gaji bersih) sekitar Rp 9.279.000. Artinya dari setiap Rp 12,7 juta yang perusahaan keluarin, Andi terima ±73%; sisanya tersebar ke negara (PPh 21), program jaminan sosial (BPJS), dan kewajiban + biaya operasional lainnya.
Kenapa Angka Ini Penting Buat Kamu?
Buat kamu yang lagi cari kerja atau nego gaji: tahu kerangka biaya total bikin negosiasi kamu lebih solid. Daripada bilang "minta naik Rp 1 juta", kamu bisa bilang "value yang gue bawa worth tambahan biaya ~Rp 1,2 juta yang harus perusahaan tanggung". Bahasanya beda banget, yang kedua lebih sulit ditolak.
Buat HR & recruiter: saat nyusun offer untuk kandidat yang minta nett tertentu, jangan lupa hitung mundur ke total biaya beneran. Gaji kotor yang harus ditawarkan biasanya 8–15% di atas nett yang diminta, dan total cost masih ±18% lagi di atas gaji kotor itu.
Buat kamu yang lagi mikir resign atau pindah perusahaan: tawaran "naik 20%" di gaji kotor itu sebenarnya naik ~24% biaya total buat perusahaan baru. Sekarang kamu paham kenapa offer counter dari perusahaan lama kadang lebih cepat keluar dari yang kamu kira. Buat mereka, kehilangan kamu = ngeluarin biaya rekrutmen + onboarding + risiko produktivitas turun, jauh lebih mahal dari sekadar nambahin gaji.
Buat kamu yang lagi rintis startup atau bangun perusahaan sendiri: hitungan ini wajib dipegang sebelum hire pertama. Angka yang harus keluar dari kantong kamu, atau dari runway investor, itu 18–30% lebih tinggi dari gaji kotor yang kamu janjikan ke calon karyawan. Paham ini dari awal = budget realistis, burn rate akurat, dan keputusan "kapan hire vs masih harus DIY" diambil pakai angka beneran, bukan optimisme.
Coba sendiri: masukin nett yang diinginkan, lihat gaji kotor yang harus perusahaan tawarkan.
🏢 Buka Mode "Hitung Gaji Kotor" →Penutup: Naik Gaji Rp 1 Juta = Rp 1,2 Juta+ Biaya Tambahan
Jadi pas kamu minta naik gaji Rp 1 juta, sebenarnya perusahaan ngeluarin Rp 1,2 juta+ biaya tambahan tiap bulan, belum termasuk alokasi THR yang ikut naik. Bukan berarti permintaan kamu nggak wajar, tapi sekarang kamu paham kerangka angkanya.
Pas nego gaji berikutnya, kamu nggak cuma minta, kamu pitching: kontribusi kamu worth tambahan biaya itu. Tahu cost dari dua sisi = kamu negosiasi pakai argumen, bukan harapan. 💪